Persekusi yang dilakukan sekelompok orang berkaos #2019 ganti presiden terhadap seorang ibu dalam acara Car Free Day Minggu kemarin hanyalah konsekuensi logis dari sebuah gerakan yang tidak memiliki tujuan yang jelas.
Bayangkan! 2019 ganti presiden tetap belum tahu siapa gantinya. Kan tidak jelas namanya!
Akibatnya ya beginilah, bukannya menebar optimisme menjelang pesta demokrasi pemilihan presiden tetap malah memicu gesekan ditengah-tengah masyarakat.
Sangat menyayat hati bagaimana seorang ibu yang sedang jalan santai dengan anaknya mendapat teror yang sangat mengerikan hanya karena memakai kaos Jokowi “dia sibuk bekerja”. Apa ini memang tujuan gerakan kaos ganti presiden, menebar rasa takut dan ancaman?
Dan yang membuat kita semakin miris tentu saja adalah saat melihat tayangan video yang viral dimana sang anak menangis dan terlihat begitu ketakutan dengan gerombolan berkaus ganti presiden.
Sadarkah mereka bahwa perbuatannya dapat menimbulkan trauma bagi si anak.
Semoga Komnas Perlindungan Anak segera turun tangan untuk memberikan pendampingam kepada si anak ini agar jangan sampai depresi berkepanjangan. Dan semoga polisi segera mengusut tuntas siapa sengkuni dibalik tindakan semena-mena ini.
Sekali lagi ini bukan soal dukung Jokowi atau tidak, itu adalah soal kesewenang-wenangan yang sangat meresahkan masyarakat luas.
Bayangkan teman saya yang jauh dikampung halaman saja begitu resah dan tersayat dengan perlakuan ini. Dia bahkan tidak percaya bahwa ini benar-benar terjadi. Artinya rasa ketakutan ini sudah menyebar ke pelosok-pelosok negeri.
Dan inilah status Facebook dari twman saya dengan akun @Jabrick :
Dan yang membuat saya semakin jengkel adalah statemen Sandiaga Uno yang malah menyalahkan pendukung Jokowi. Sandiaga mengatakan persekusi ini terjadi karena aksi balasan dari pendukung Jokowi yang sudah melakukan gerakan sebelumnya dalam acara Car Free Day.
“Konsensusnya bahwa car free day itu harus bebas politik. Minggu lalu itu ada Pak Jokowi, relawannya, pasti akan dibalas minggu ini dengan ganti presiden, minggu depan pasti nanti ada relawannya Pak Jokowi lagi,” ujar Sandiaga dalam program Kompas Petang seperti dikutip Kompas.com.
Loh…Apa hubungannya dengan relawan Jokowi? Memangnya ada persekusi dari para pendukung Jokowi? Ini bukan soal dukung mendukung! ini soal aksi kekerasan, Boss! Paham kau!
“Car free day itu milik bersama. Jadi, masyarakat juga harus memastikan ke depan tidak ada friksi di antara kelompok masyarakat dengan bagaimana kami memastikan car free day itu bebas politik,” katanya. Kompas.com.
Ga usah ngemeng lah, lha balaikota saja anda jadikan panggung politik untuk Amien Rais, bagaimana bisa Anda mengatakan Car Free Day bebas politik!
Tatanan Jakarta sudah rusak dan tidak netral lagi, Jakarta sudah mengerikan semenjak kemenangan brutal gubernur santun. Mayat sudah menjadi korban, kini anak-anak pun dilecehkan.
Kita ga takut, nak!
Kita benar!
Kita ga akan pernah takut!!
Menunjukkan kepada kita betapa bahayanya jika presiden ganti 2019. Cara untuk menang saja sudah brutal, bagaimana kalau sudah berkuasa!
Selamat berjuang relawan Jokowi, selamat tidak ganti presiden 2019!!