Indovoices.com –Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, vaksinasi Covid-19 telah dimulai di daerah pelosok.
Hal itu diketahui setelah dirinya mengunjungi sejumlah Puskesmas di Indonesia.
Beberapa di antaranya yakni puskesmas di Ubud (Bali), Nias (Sumatera Utara), Miangas (Sulawesi Utara) dan Pulau Rote (NTT).
“Ternyata vaksinasi juga sudah dimulai di sana. Ada lima atau 10 suntikan per hari. Tetapi paling tidak itu sudah dimulai,” ujar Budi dalam konferensi pers virtual bersama perwakilan WHO dan Uni Eropa.
Menurut Budi, pihaknya mengandalkan jejaring puskesmas untuk mendukung vaksinasi tersebut.
Dia pun menyebut Indonesia beruntung karena telah memiliki jaringan Puskesmas hingga ke desa-desa.
“Di Indonesia kita beruntung pendahulu-pendahulu kita telah mendirikan 10.000 Puskesmas, hampir di setiap desa. Jadi ketika saya menjabat jabatan ini, 10.000 puskesmas itu jejaringnya sudah tersedia,” ujar Budi.
“Tentu belum sempurna tapi paling tidak kita memiliki jaringan untuk melayani 270 juta orang di Indonesia,” lanjutnya.
Merujuk kondisi tersebut, Budi optimistis vaksinasi Covid-19 dapat diberikan ke semua daerah.
Dalam kesempatan yang sama Budi mengatakan, kecepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia saat ini sebanyak 300.000-400.000 suntikan per hari.
Jumlah ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga satu juta suntikan setiap harinya.
Dengan demikian, dia berharap sebanyak 181,5 juta orang Indonesia dapat divaksinasi seluruhnya pada akhir tahun ini.
Sehingga, salah satu upaya pendukung yang penting adalah memastikan ketersediaan vaksin Covid-19.
Sebagaimana diketahui, hingga saat ini program vaksinasi pemerintah telah berjalan dalam dua tahap.
Tahap pertama yakni vaksinasi untuk tenaga kesehatan yang dimulai pada 17 Januari 2021.
Tahap kedua yakni vaksinasi untuk pedagang pasar, pendidik (guru, dosen, tenaga pendidik), tokoh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Keamanan (TNI-Polri).
Lalu di sektor pariwisata (petugas hotel dan petugas restoran), pelayanan publik (Damkar, BPBD, BUMN, BPJS, Kepala/perangkat Desa), pekerja transportasi publik, atlet dan wartawan yang dimulai pada 17 Februari 2021.
Selanjutnya, akan ada vaksinasi tahap ketiga dan keempat yang akan dimulai pada April 2021 dan dijadwalkan selesai pada Maret 2022.
Sasaran vaksinasi COVID-19 tahap 3 adalah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi.
Sementara itu, sasaran vaksinasi tahap 4 adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin.