Site icon indovoices.com

Mengenal Italia Lebih Dekat: Starbucks Resmi Buka Gerai Di Kota Milan

Setelah melalui perjalanan yang panjang, hari ini jum’at 7 september 2018 starbucks pertama di Italia dan terbesar di Eropa  resmi dibuka untuk umum di kota Milan. Pesta pembukaannya sudah berlangsung sehari sebelumnya, dihadiri sekitar 500 tamu diantaranya  para pengusaha, para pejabat kota Milan, teman dekat pemilik starbucks Howard Schultz  dan para karyawan. Acara dimeriahkan dengan penampilan para penyanyi  dan penari group “l’Accademia del Teatro alla Scala” Milan.

Starbucks Milan termasuk dalam  urutan ketiga “Reserve Roastery “ group starbucks setelah kota Seattle dan kota Shanghai , rencananya akan menyusul dibuka juga di kota New York. Cafe ini letaknya tidak jauh dari Duomo Milan , tepatnya di Piazza Cordusio , menempati  bangunan seluas 2.300 meter persegi,  di sebuah gedung bekas kantor pos legendaris  yang telah disulap menjadi bangunan megah dan elegan  tanpa mengurangi bentuk aslinya.

Bagian tengah ruangan cafe ini didominasi oleh mesin  pemanggang kopi “roaster“  spetakuler setinggi 7 meter, dengan perpaduan warna  hijau , emas dan perunggu. Mesin kopi ini dibuat oleh perusahaan Italia  Scolari Engineering , begitupun dengan material  bangunan dan dekorasi ruangan yang digunakan,  seperti marmer dan kayu juga semua dari Italia.

Starbucks Milan.

Bangunan yang dipakai starbucks Milan juga sudah didesign aman untuk pengunjung dan lingkungan sekitarnya. Begitu  kita masuk ke ruangan utama cafe ini, harum kopi pun langsung terasa dan suara bising khas biji kopi yang masuk kedalam mesin pemanggang sangat jelas terdengar. Mesin pemanggang kopi memang sengaja dibiarkan terbuka , supaya pengunjung yang datang bisa melihat bagaimana proses gasifikasi kopi sampai siap di depan para barista.

Di dalam ruangan itu juga dipersiapkan banyak  meja dan kursi untuk minum espresso, berbagai peralatan  spesialisasi seperti siphon, cold brew dan lain-lain. Alunan musik menyambut pengunjung tetap ada begitupun  Wi-Fi gratis. Kemudian 300 karyawan –karyawati terampil pun siap melayani para pengunjung. Mereka para pemuda yang sudah dilatih selama tiga bulan yang akan  menawarkan 115 jenis minuman berbasis kopi dan kue -kue khas Italia.

Di sudut lain ruangan, tersedia kue-kue, pizzette ( pizza berukuran kecil ), tiramisu   dan berbagai roti panggang dari masterchief Italia Princi, yang sudah bekerja sama dengan starbucks sejak tahun 2016.  Kemudian berbagai kue, roti dan kopi yang sudah dikemas untuk oleh-oleh   juga tersedia di sana. Ada juga es krim berbagai macam rasa dan sorbet nitrogen cair  hasil kerja sama dengan Alberto Marchetti, seorang spesialis pembuat es krim Italia.

Salah satu ruangan starbucks  Milan.

Di lantai pertama  bangunan ini, terdapat juga  ruangan dengan panorama sempurna sebagai tempat untuk bersantai di sore hari atau l’aperitivo  atau kegiatan klasik Spritz & Negroni setelah makan malam. Mereka akan menyajikan anggur – anggur terbaik Italia dari produsen-produsen kecil dan berbagai macam cocktail special dari Seattle namun rasa Italia.

Starbucks Milan juga bekerja sama dengan banyak perusahaan asing untuk mengemas  campuran rasa kopi eksklusif, seperti : perusahaan agrikultur “Ethiopia Bitta” untuk aroma melati, jahe dan jeruk,  dengan perusahaan Brasil “Ouro de Minas” untuk nuansa hazelnut, cokelat dan caramel  dan nuansa-nuansa lainnya dari tempat yang jauh bahkan mungkin dari tradisi kuno.

Karena penggunaan gelas plastik di sini dilarang, jangan kecewa  kalau kita tidak menemukan cangkir plastik berlogo ciri khas starbucks seperti di tempat lain. Seperti yang dijanjikan oleh pemiliknya, starbucks Milan masih tetap mempertahankan  tradisi Italia, menggunakan cangkir keramik coklat gelap dengan tiga ukuran berbeda yang dicetak dengan bintang dan “R”.

Mungkin karena lokasinya  berada di pusat keramaian kota Milan,  harga setiap menu di cafe ini sedikit berbeda dari cafe – cafe Italia lainnya. Espresso seharga 1,80 euro, cappuccino 4,50 euro, cocktail antara 12 – 16 euro sedangkan untuk wine ( il vino ) berkisar antara 8 – 18 euro. Dan sekedar informasi , cafe ini  buka setiap harinya dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam.

Salah satu ruangan starbucks Milan.

Dalam sambutan di depan para tamu undangan, pemilik starbucks Howard Schultz  menyampaikan rasa terima kasihnya  kepada masyarakat Italia dan Milan.  Sama seperti isi tema “il mio sogno si sta avverando”, mimpinya selama 30 tahun akhirnya bisa terwujud. Howard juga mengatakan jika Italia tentu tidak membutuhkan bar lain dan starbucks datang bukan untuk mengajarkan hal yang baru, hanya melengkapi apa yang sudah ada.  Karena  apa yang sudah dicapainya selama ini, Italia lah sumber inspirasinya.

Selama bertahun-tahun, tentang desas- desus starbucks akan buka gerai di Italia memang ramai diperbincangkan publik Italia.  Ini salah satu alasan yang membuat Howard Schultz sedikit  ragu untuk bisa masuk ke Italia. Tantangan terbesarnya adalah budaya Italia, patriotisme masyarakat  Italia yang mendidih dalam secangkir espresso.

Untuk kopi memang punya alasan berbeda, tidak seperti rantai Amerika lainnya seperti McDonald’s  dan  Burger King , yang lebih mudah diterima  karena bukan dari bagian sejarah kuliner  Italia. Tapi bagi starbucks ini pekerjaan yang sangat sulit, bagaikan  membangun dirinya di rumah mereka yang telah mengekspor konsep kopi di seluruh dunia.

Berbagai kue dan roti.

Namun apa yang  menjadi kekuatiran Howard akhirnya hilang, setelah melihat antusias masyarakat Italia hari ini, yang rela antri di depan gerai starbucks Milan. Sebenarnya ini bukan hal yang baru buat masyarakat di sini. Gerai kopi model  Amerika, sejak lama sudah ada di beberapa kota Italia, seperti : Arnold Coffee di kota Milan dan Florence, Busters Coffee  di Piemonte, Cup Cap’s Coffee di kota Naples, juga di kota Bologna dan Ferrara.

Ada sekitar 172.000  cafe di Italia, dan kehadiran strabucks di kota Milan memang menimbulkan banyak kekuatiran beberapa lembaga masyarakat di sini. Banyak orang yang berharap, merek Amerika ini  menciptakan ruang yang berfokus pada klien yang lebih muda dan yang lebih mudah menerima tren, tapi banyak yang mengatakan kalau kehadiran starbucks Milan justru sebuah tantangan bagi cafe – cafe  Italia lainnya, supaya kualitas dan pelayanannya bertambah lebih baik lagi.

Masyarakat di sini juga menyadari, kerjasama bisnis di zaman globalisasi seperti sekarang ini adalah hal yang biasa. Harus bisa memberi dan menerima, asal dilakukan dalam koridor hukum yang jelas. Karena biar bagaimanapun kehadiran investor sangat membantu ekonomi Italia dan menciptakan lapangan kerja baru buat masyarakat Italia. Arrivederci ….

Sumber : https://milano.corriere.it/foto-gallery/cronaca/18_settembre_05/starbucks-apre-nuova-roastery-piazza-cordusio-milano-f60dcaf2-b12f-11e8-998a-dc1d12ab0ca0.shtml

Trailer pembukaan starbucks di kota Milan:

Exit mobile version