Site icon indovoices.com

Pemerintah Menargetkan Penyalur BBM Satu Harga Beroperasi Di 157 lokasi Hingga Akhir 2019

 Berita Presiden Jokowi:

Sekilas, kebijakan BBM Satu Harga terlalu sulit untuk dijalankan. Kondisi geografis Indonesia yang berpulau-pulau dan infrastruktur yang tidak merata, menghambat distribusi pasokan BBM. Akan tetapi, apa pun harus dilakukan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dihitung-hitung, ternyata biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk distribusi BBM ini kurang lebih Rp800 miliar. Lalu kenapa tidak diberikan? Ini jauh lebih kecil dibanding subsidi BBM dulu yang bisa mencapai Rp300 triliun.

Jadi, saya putuskan, kebijakan BBM Satu Harga harus dilaksanakan.

Kemarin di Pontianak, Kalimantan Barat, saya meresmikan BBM Satu Harga yang berlaku di Kalimantan dan berbagai daerah lainnya melalui 17 lembaga penyalur. Dengan demikian, sejak diluncurkan di Yahukimo, Papua, pada Oktober 2016 lalu, sudah ada 57 lembaga penyalur BBM Satu Harga di seluruh Indonesia.

Pemerintah menargetkan, hingga akhir 2019 akan beroperasi lembaga penyalur BBM Satu Harga di 157 lokasi, terutama daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Agar masyarakat Indonesia mendapatkan BBM dengan harga yang sama: Rp6.450 per liter untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar.

Sumber: https://web.facebook.com/Jokowi/photos/a.395824410606414.1073741848.390581294464059/813464248842426/?type=3&theater
Exit mobile version