Site icon indovoices.com

Sekilas Karakter Manusia Di Kabinet Kerja Jilid Dua

Sekilas Karakter Manusia Di Kabinet Kerja Jilid Dua

Menarik melihat berbagai karakter manusia dalam kabinet kerja Jokowi Jilid. Berdasarkan berbagai pemberitaan, sedikit banyak kita dapat melihat apa saja karakter mereka. Mulai dari yang malu-malu kucing di awal tapi jadi harimau di akhir, ada. Ada juga terlihat begitu ahli namun setelah dilantik mengaku ingin mempelajari lagi. Tidak ketinggalan ada juga yang menggunakan strategi ngambek dan mengancam akan bubar tapi tidak jadi bubar setelah mendapat kursi. Dan masih banyak lainnya lagi.

Daripada berpanjang lebar, yuk simak, apa saja karakter yang berhasil saya rangkum dalam tulisan berikut ini.

Malu-malu kucing tapi ingin lebih di akhir

Karakter ini mungkin tepat di wakili oleh Erick Thohir, menteri BUMN kita yang baru.

Di akhir bulan Maret 2019, Erick sempat menyebutkan dirinya tidak tertarik masuk kabinet dengan alasan keluarga.

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190329220038-32-381926/erick-thohir-tak-mau-jadi-menteri-walau-jokowi-terpilih-lagi

Di pertengahan bulan Juli, Erick masih tegas menolak posisi menteri.

https://www.google.nl/amp/s/m.merdeka.com/amp/politik/erick-thohir-pilih-jadi-pengusaha-dibandingkan-menteri.html

Menjelang pengumuman Kabinet, Erick Thohir, mulai mengungkapkan ketertarikannya untuk menjadi pejabat publik dalam pemerintahan. Dia merasa Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan Komite Ekonomi dan Industri (KEIN) cocok dengannya.

https://m.kumparan.com/kumparannews/erick-thohir-tertarik-jabatan-di-ksp-dan-kein-1s4a319ERZ4

Setelah dilantik jadi Menteri BUMN, Erick ingin lebih. Dirinya meminta didampingi bukan oleh satu atau dua wamen, namun empat nama yang ia ajukan. Dari keempat nama itu nanti akan diseleksi menjadi tiga nama untuk mendampingi Erick.

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20191024143018-92-442544/erick-thohir-ajukan-4-nama-calon-wakil-menteri-ke-jokowi

Mundur, Maju, Mundur Cantik

Yasonna Laoly, Kemenkumham Kabinet Kerja Jilid Satu Jokowi, awalnya mengundurkan diri akhir bulan September 2019. Alasannya mundur karena akan segera dilantik menjadi anggota DPR periode 2019-2024.

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20190927202518-32-434806/yasonna-laoly-mundur-sebagai-menteri-hukum-dan-ham

Kerja sebagai anggota DPR tidak sampai sebulan, Yasonna lagi-lagi mengirimkan surat pengunduran diri karena akan dilantik menjadi Menkumham Kabinet Kerja Jilid Dua.

https://m.liputan6.com/news/read/4093658/yasonna-laoly-kirim-surat-pengunduran-diri-dari-anggota-dpr

Saat Debat Capres Sangat Jago, Setelah Menjabat Mau Belajar Lagi

Saat debat Pilpres, 30 Maret 2019, berlangsung, Prabowo pernah menyinggung soal Jokowi yang mendapat laporan keliru soal pertahanan Indonesia. Prabowo juga mengatakan bahwa dirinya berpengalaman pada budaya ABS atau Asal Bapak Senang.

Dirinya juga membandingkan anggaran pertahanan Indonesia dengan Singapura.

Layaknya seorang pakar, menurut Prabowo, harus diciptakan juga sistem yang bisa menghentikan kebocoran anggaran yang ada atau anggaran yang lari ke luar negeri. Selain itu, harus dilakukan upaya mengurangi korupsi. “Ini masalah inti,” kata Prabowo.

https://nasional.tempo.co/read/1264176/saat-pilpres-prabowo-sebut-laporan-pertahanan-jokowi-keliru

Namun setelah dilantik, ketika Prabowo dihujani berbagai pertanyaan oleh awak media usai acara serah terima jabatan Menteri Pertahanan dari Ryamizard Ryacudu, Kamis 24 Oktober 2109. Prabowo mengaku belum mempelajari semua persoalan pertahanan di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Prabowo dua kali, saat ditanya sejumlah program pertahanan yang tertunda dan program prioritasnya sebagai menteri pertahanan.

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20191024144459-32-442561/hari-pertama-menhan-prabowo-belum-belajar-semua-masalah

Dulu dimusuhin, setelah dilantik dibaik-baikin

Adalah dr. Terawan yang dikenal sebagai sosok kontroverisal tersebut, karena pernah diberi sanksi pelanggaran etik kedokteran oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Pelanggaran yang dimaksud, salah satunya terkait dengan penggunaan metode ‘brain wash’ yang digunakan Terawan untuk mengobati pasiennya.

Tidak hanya dipecat, IDI pun pernah berkirim surat kepada Jokowi, menolak Mayjen TNI itu menduduki kursi nomor satu di Kementerian Kesehatan RI.

https://www.cnbcindonesia.com/news/20191024060215-4-109586/idi-tolak-dr-terawan-jadi-menkes-ini-isi-suratnya

Namun upaya IDI gagal menggoyahkan keputusan Jokowi untuk tetap memilih Terawan sebagai Menteri Kesehatan.

Kini, IDI berkilah dengan menyebutkan Terawan hingga saat ini masih tercatat sebagai anggota asosiasi profesi dokter tersebut. Status sanksi yang dikeluarkan pada 2018 lalu hanya bersifat usulan.

https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191024142156-255-442538/idi-minta-masyarakat-akhiri-polemik-cuci-otak-dr-terawan

Sabar Menunggu, Akhirnya Jadi Berkah

Mahfud MD, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang kini menjabat sebagai Menkopolhukam ini hampir saja menjadi Wapres Jokowi. Saat Jokowi akan maju di pilpres dan mendeklarasikan pasangannya.

Sepekan sebelumnya sudah ada konfirmasi dari Istana bahwa ia akan diumumkan Jokowi. CV telah dibuat, baju pun telah diukur. Namun sayangnya beberapa jam sebelum diumumkan, Mahfud mendapat kabar bila yang terpilih adalah Kyai Ma’ruf Amin.

Walau terkejut, namun Mahfud tidak kecewa pada Jokowi.

https://aceh.tribunnews.com/amp/2018/08/15/mahfud-md-bongkar-rahasia-kenapa-dirinya-bisa-gagal-jadi-cawapres-jokowi?page=all

Penantiannya pun akhirnya berbuah manis, kini Mahfud diangkat menjadi Menkopolhukam yang membawahi Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung, Polri, hingga TNI.

Bukan cuma itu saja, sebagai Menkopolhukam, Mahfud juga diberikan kewenangan lebih berupa hak veto untuk mengatur kebijakan menteri yang dikoordinasikannya.

Dengan hak tersebut, Mahfud memiliki kewenangan membatalkan kebijakan kementerian yang berlawanan dengan visi pemerintah ataupun yang dianggap berbenturan dengan kementerian lainnya

https://m.detik.com/news/berita/d-4758304/menko-diberi-hak-veto-mahfud-ungkit-kebijakan-menteri-yang-bertentangan

Ngambek Ingin Bubar Karena Tidak Dapat Jatah Kursi

Kali ini datang justru dari Ormas Relawan Jokowi sendiri yang selama ini dikenal dengan sebutan Projo.

Mendadak terdengar santer Projo akan membubarkan diri. Berbagai alasan pembubaran itu pun dikemukakan. Mulai dari merasa tugasnya telah selesai mengawal Jokowi. Kemudian alasan kecewa karena penunjukan Wishnutama sebagai menteri. Dan yang terakhir dan yang paling sering disampaikan adalah soal bergabungnya Prabowo dalam kabinet.

Namun yang menarik adalah pernyataan Sekretaris Jenderal Projo Handoko.

“Ada nama-nama yang selama ini menjadi die-hard Pak Jokowi yang loyal dan cakap namun tidak mendapat tempat di kabinet,” tuturnya.

https://nasional.tempo.co/read/1263253/projo-pamitan-bubar-setelah-sokong-jokowi-di-2-pilpres

Namun lucunya, dari mulut Handoko sendiri jugalah yang menyebutkan bahwa hingga saat ini Projo masih mendukung Jokowi. Itu setelah Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi resmi diangkat menjadi Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT).

https://amp.kompas.com/nasional/read/2019/10/25/10324101/budi-arie-kemungkinan-jadi-wamen-projo-kami-tak-pernah-tinggalkan-pak-jokowi

Demikianlah beberapa kisah menarik yang saya rangkum untuk pembaca IV. Saya tidak akan menilai si A salah, si B benar, semua penilaian saya serahkan ke pembaca.

Seperti misalnya, minta didampingi wakil menteri, mau satu, dua atau lima, ya sah-sah saja sepanjang hasilnya maksimal dan berkinerja positif.

Menginginkan kursi dan jabatan, ya boleh-boleh saja, itu hak pribadi masing-masing walau harus berkamuflase “suara akar rumput”. Yang penting hasil kerjanya seperti apa?

Itulah yang kita tunggu.

Semoga saja, tidak hanya para menteri namun juga wakil menteri terpilih dalam kabinet kerja jilid dua ini. Semuanya dapat menunjukkan kinerja terbaiknya untuk kemajuan bangsa dan negara.

Untuk membaca tulisan saya lainnya, silahkan klik di sini

Exit mobile version