Jakarta
Dalam pembekalan tersebut, Menhan berharap para duta bangsa bidang diplomasi pertahanan memiliki konsep sebagai acuan dan arah dalam melaksanakan tugas. Dari konsep tersebut para calon Athan sebagai Perwira Intelijen Strategis dapat menjalankan program diplomasi pertahanan dan menentukan target pengumpulan informasi strategis dihadapkan pada dinamika geopolitik lingkungan strategis kawasan diplomasi. Target dan program inilah yang mendasari kebutuhan dan pertanggungjawaban anggaran Atase Pertahanan.
Pada
Kita selalu dapat menyelesaikan setiap persoalan dan perbedaan pandangan dengan semangat kebersamaan dan persatuan. Hal ini menjadi modalitas utama kekuatan kawasan dalam menavigasi berbagai potensi ancaman dan tantangan yang selalu silih berganti menghantui kawasan kita.
Komitmen dan budaya ASEAN yang juga dikenal dengan “ASEAN Way” ini juga menjadi fondasi utama didalam membangun kerjasama Pertahanan sekaligus sebagai arah utama didalam menyusun arsitektur keamanan demi terwujudnya kawasan yang stabil, aman dan damai.
Mengakhiri pembekalannya, Menhan mengucapkan selamat bertugas di Perwakilan RI, dengan harapan para duta bangsa dapat mengemban tugas negara di bidang diplomasi pertahanan. Menhan berpesan kepada para perwira untuk tampil sebagai perwira TNI yang profesional pada bidangnya dan fokus pada tugas pokok yang diberikan. Serta jangan melaksanakan tugas sesuai selera masing-masing dan semaunya sendiri, karena hal ini akan merugikan organisasi TNI itu sendiri.
Selain itu Menhan juga berpesan untuk menjaga nama baik negara, institusi dan pribadi sebagai perwakilan militer Indonesia di negara-negara yang menjadi tempat bertugas. Tidak lupa untuk melakukan koordinasi yang baik dengan Duta Besar dan staf KBRI, Atase bidang lainnya serta WNI yang berada di tempat penugasan untuk kelancaran dan keberhasilan tugas. (ERA/SGY). [kemhan]