
.:: Ketika Kecepatan Congor Lebih Cepat Daripada Otak ::.
Banyak yg tersinggung membaca tulisan saya di atas.
Walau sebenarnya apa yg saya tulis gak salah juga β¦
Berawal dari catatan Sang Babi Tersayank tadi pagi,
Yg bikin saya jadi ketawa ngakak π
π
π
π
Bukankah memang tipikal manusia jaman sekarang,
Males pake otak tapi kalo suruh kasih komentar selalu jadi yg nomor satu ππ
Apalagi kalo wis suruh βmenghujatβ,
βmencaci makiβ orang lain,
Wis itu pasti jadi top of the top,
Alias yg paling ahli daripada ahlinya ahli πππ
ββββββββ
Menilai orang lain,
Emang paling gampang β¦
Berkaca pada diri sendiri,
Itu yg sulit,
Walaupun jelas2 di rumah banyak banget cermin dipajang sebagai hiasan.
Namanya juga manusia,
Kan seringnya selalu merasa yg paling benar πππ
Masalahnya,
Perasaan βrumongsoβ nya ini terkadang salah tempat,
Salah waktu,
Atau lebih tepatnya malah βgak ditempatkan sebagaimana mestinyaβ.
Rumongso paling apik,
Rumongso paling hebat,
Rumongso paling pinter ..
Dan orang lain di sekitarnya dianggap bodoh semua ππ
Mulailah Ego sebagai Superior bekerja,
Membutakan akal sehat β¦
Akibatnya apa?
Ya akal sehat nya gak berfungsi lagi,
Tinggal βcongorβ,
Alias βcangkemβ,
Alias βcocotβ,
Alias βmulutβ yg bekerja β¦
Apa yg kebayang di pikiran kita?? β¦.
Adalah keledai yg cuma bisa bicara βngik ngokβ β¦ βngik ngokβ,
Tapi tak mampu berpikir β¦ ππ
Uppsss!! β¦. ππ
ββββββββ
Tuhan menciptakan manusia,
Sebagai makhluk yg paling sempurna,
Dilengkapi dg akal dan budi β¦
Nah,
Kenapa tidak kita pergunakan keduanya dg sebaik2nya??
Akal utk berpikir,
Tentang hal2 yg baik bagi semesta ini ππ
Dan budi dipergunakan,
Utk bisa saling menolong,
Saling menghargai,
Saling menghormati antar sesama makhluk hidup,
Tak peduli siapapun mereka ππππ
Selamat malam, Kesayangan ππ
Semoga kita senantiasa mampu menghargai dan menghormati,
Setiap makhluk ciptaan Tuhan yg lainnya β¦
Rahayu ππππ