Penandatanganan kontrak kerjasama ini adalah MoU keempat KT-1B dalam pemasangan radar dan senjata pesawat T-50i. Kontrak ini adalah tindak lanjut dari hubungan antara Kemhan RI, TNI AU dan KAI. Bagi Korea khususnya KAI, TNI AU merupakan customer yang sangat penting. Penandatanganan kontrak ini mendukung dan memperkuat alutsista TNI AU. Untuk itu, Korea mendukung sepenuhnya pengembangan kemampuan pilot TNI AU dalam mengoperasikan pesawat tempur (follow on support).
Pada tahun 2001, TNI AU dan KAI telah menandatangani kontrak KT-1B dan tahun 2011 ditandatangani kontrak pesawat T-501 untuk yang pertama kalinya. Dan pada kesempatan Indo Defence 2018 ini, kedua program ini kembali ditandatangani.
CEO KAI mengatakan bahwa kontrak ini merepresentasikan hubungan yang baik antara KAI dengan Kemhan dan TNI AU yang dimulai tahun 2001 dengan program KT-1, T-50i dan KF-X. KAI akan terus berupaya untuk meningkatkan kerjasama dengan Indonesia dalam upaya memperkuat alutsista TNI AU.
Melalui kedua kontrak ini, Kabaranahan menyakini KAI akan mempersiapkan kemampuan terbaiknya untuk mendukung Kemhan dan TNI AU dalam mengoperasikan pesawat KT-1B dan T-50i dengan kemampuan penuh. Kontrak KT-1B serta pemasangan radar dan senjata T-50i merupakan bagian program modernisasi alutsista TNI AU sesuai perencaan strategis dan MEF. (ERA/SSI)