Site icon indovoices.com

Sajak Tukang Nyinyir ( 1 )

Sumber foto : Tribun Timur – Tribunnews.com

Oleh : Dan’s

Tukang nyinyir, Tukang nyinyir…

Hatimu begitu kotor, tak ubahnya para koruptor

Apa isi kepalamu bocor, kok malah seperti isi kolor…ha..ha..ha

Engkau tega menghina yang bahagia

sepertinya senang jika orang menderita

Apa tidak takut kau kena karma, dua anakmu menjadi janda

 

Tukang nyinyir, tukang nyinyir…

Apa engkau memang dibayar untuk berseru, fitnah sini hina situ

Pakdhe mantu kau sindir-sindir, pandai kali kau bersilat bibir

Pesta rakyat nan sederhana, engkau bilang berfoya-foya

Sedemikian busuk engkau berkata-kata, apa hati nuranimu sudah tuli dan buta

 

Tukang nyinyir, tukang nyinyir…

Gelarmu sungguh tajir, tapi ilmumu begitu fakir

Engkau sungguh memalukan, siapa sudi kau wakilkan

Apa nyinyiran yang mereka titipkan? hai wakil rakyat jadi-jadian

 

Tukang nyinyir, tukang nyinyir…

Aku heran bukan kepalang, masih saja orang seperti ini dipelihara

Banyak pula yang membela, siapa lagi kalau bukan yang kurang ngopi dan mabuk janda…ha..ha..ha

 

Tukang nyinyir, tukang nyinyir

muak kudengar kau dipanggil yang terhormat, lebih tepat disebut pengkhianat

Demi junjunganmu kau gadaikan kehormatan dewan

Punya hajatpun kau buat candaan

Kelakuanmu sungguh memuakkan, semoga janga terpilih lagi, biar damai negeri ini

Jangan lagi kau di Senayan, semoga konstituenmu terbuka hati, jangan kirim wakil pendengki

 

Tukang nyinyir, tukang nyinyir…

Kami tak mau lagi dengar ocehan murahan Dari otak kotor berpendidikan

Kami tetap bersama Pakdhe, yang tengah bahagia mantu kedua

Dapat pula anak Medan, Sudah tampan hatinya menawan…

 

Exit mobile version