Site icon indovoices.com

Mengenal Italia Lebih Dekat: Sacro Monte di Varese

Bukit suci simbol kota Varese, Italia.

Di hari sabtu yang cerah , saya kedatangan tamu istimewa seorang teman  dari Indonesia yang sedang bertugas di kota Milan. Sudah menjadi kebiasaan  jika ada teman yang datang, kami selalu mengajaknya mengunjungi suatu tempat di daerah dimana kami tinggal. Karena kesibukannya, kami  sepakat untuk mengunjungi suatu tempat yang  mudah dijangkau dari kota Milan yaitu sebuah bukit yang indah dan terkenal di provinsi Varese yang sudah ada berabad-abad yang lalu. Bukit ini sekarang menjadi simbol kota Varese  dan dikukuhkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2003.

Bukit itu bernama bukit Sacro Monte atau bukit suci, dibangun  dari tahun 1604 sampai tahun 1698. Disebut bukit suci karena  tempat ini  merupakan tempat ziarah penganut Katolik sejak abad pertengahan . Tempat ini merupakan sebuah kompleks yang memiliki empat belas kapel yang berbaris mengikuti jalan lebar berbatu dan berkelok- kelok menaiki bukit sepanjang 2 km menuju kapel ke lima belas Santa Maria del Monte yang berada tepat di puncak bukit ini .

Salah satu kapel dengan latar belakang desa Santa Maria Monte

Untuk sampai di tempat ini , ikuti apa yang teman saya lakukan tadi. Naik kereta api dari stasiun kereta api sentral Milan atau dari stasiun Porta Garibaldi Milan menuju kota Varese. Tepat di depan stasiun kereta api Varese, ada sebuah halte bis dan salah satu bis yang lewat di halte ini bertuliskan “C” (Prima Cappella – Sacro Monte) itu artinya bis ini menuju bukit Sacro Monte. Jangan lupa siapkan uang recehan yang banyak, karena pembayaran  trasportasi di bukit Sacro Monte menggunakan mesin otomatis tanpa uang kembalian.

Karena bukit ini dikelilingi oleh hutan dengan berbagai tanaman, pemandangan indah langsung terlihat sejak pertama kali kami menginjakkan kaki di tempat ini apalagi saat musim semi ketika pohon-pohon mulai menghijau dan berbunga. Meskipun jalan mendaki, berjalan santai sambil ngobrol banyak hal tentang Indonesia membuat kami tidak merasa lelah. Kapel-kapel yang  kami lewati disetiap kelokan juga membuat kami penasaran untuk singgah dan melihat apa yang menarik di dalamnya. Tak terasa satu demi satu kapel pun terlewati  satu jam sudah kami berjalan akhirnya tibalah di puncak bukit  Sacro Monte.

Pemandangan dari puncak bukit Sacro Monte

Bukit ini memang menawarkan pemandangan yang indah, dari puncak bukit  ini terlihat rangkaian pegunungan Alpen dan Pra Alpen hingga perbatasan  laut Liguria. Apalagi jika hari cerah dari sebelah selatan bukit ini, profil kota Milan, Novara, Vercelli, bandara Malpensa dan danau-danau di sekitar ini  bisa terlihat dengan jelas.

Kami  juga berkeliling di sebuah desa kecil yang sudah ada dari zaman kuno di bukit ini. Desa Santa Maria del Monte awalnya adalah sebuah tempat pelindungan dari pertikaian yang terjadi waktu itu dan sejak tahun 1927 menjadi salah satu kotamadya di provinsi Varese. Rumah-rumah penduduk di kota ini dibangun berdampingan satu sama lain dan di bawah rumah-rumah ini dibangun terowongan yang bisa kami lewati dari  satu tempat ke tempat lainnya.

Salah satu terowongan

Di tempat ini juga ada sebuah restauran legendaris ”Borducan” dengan pemandangan kota Varese dan sekitarnya dilihat dari ketinggian dan ada dua museum yang dibuka untuk umum yaitu museum Baroffio dan museum Pogliaghi.

Salah satu museum yang sempat kami masuki adalah  museum Lodovico Pogliaghi.  Museum yang terletak di ujung jalan Bukit Suci ini awalnya adalah rumah pribadi Lodovico Pogliaghi sekaligus tempat beliau bekerja  sampai akhir hayatnya. Di museum ini  dipamerkan lebih dari 1500 koleksi-koleksi Louis Pogliaghi  berupa:  lukisan, patung, seni terapan dan sekitar 580 objek arkeologi. Salah satu museum disini bisa dilihat di video yang ada di bawah artikel ini.

Perjalanan kami belum selesai sampai disini,  masih ada satu tempat yang ingin kami kunjungi. Setelah makan siang dan minum secangkir kecil kopi di sebuah restauran di atas bukit, kami  pun melanjutkan perjalanan  menuju sebuah bukit di sebelah utara bukit Sacro Monte karena disana ada sebuah  Observatorium Astronomi.

Observatorium Astronomi  di  Campo dei  fiori

Observatorium Astronomi “G.V.Schiaparelli” berada di ketinggian 1230 m didirikan  oleh Salvatore Furia pada tahun 1956 di sebuah daerah yang bernama  “Campo dei Fiori” ( (taman bunga-bunga). Observatorium  ini dengan tiga kubahnya merupakan pusat ilmiah internasional yang  berfokus pada spektroskopi bintang dan pemantauan asteroid yang berbahaya bagi planet bumi.Tidak hanya itu saja sejak tahun 1960 observatorium ini menjadi titik referensi regional untuk meteorologi dan menjadi pusat  perlindungan & pelestarian keanekaragaman hayati. Oleh karena itu hampir semua sekolah di wilayah Piemonte dan Lombardia dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas pasti mengunjungi tempat ini untuk melengkapi pelajaran ilmu pengetahuan alam.

Karena hari sudah sore, akhirnya kami memutuskan  pulang dengan menaiki transportasi yang lebih cepat dengan tiket yang tersisa. Kami menggunakan funicular (mirip kereta gantung) dari bukit Sacro Monte melewati lembah Vellone yang indah. Hanya perlu waktu 2 menit kami langsung sampai di halte bis yang akan membawa kami ke stasiun kereta api dan pulang ke kota Milan.

Funicular di bukit Sacro Monte

Sebenarnya masih banyak hal yang bisa dilakukan di tempat ini tapi jangan kuatir  saya akan ceritakan perjalanan selanjutnya dengan teman saya yang lain di waktu yang lain  tentunya. Jika hari ini saya mendapatkan oleh-oleh makanan Indonesia yang saya suka,  teman saya juga menjadikan perjalanan ini sebagai oleh-oleh. Sebuah perjalanan tentang lingkungan, sejarah, kultur, olahraga  juga spiritual yang nantinya bisa dibagikan ke teman-teman yang lain di Indonesia. Karena bagi saya berbagi hal-hal yang positif itu sangat menyenangkan, yang baiknya kita ambil untuk membangun dan yang berbeda kita hargai sebagai  suatu warna yang lain  karena  dunia ini memang penuh warna yang berbeda. Arrivederci..

Salah satu museum di bukit Sacro Monte bisa dilihat di video di bawah ini :

 

Sumber :

http://www.varesefunicolari.org/smonte/smonte.html

Exit mobile version