Site icon indovoices.com

Jangan-Jangan Diri Kita Masih Terbelenggu

Pembukaan UUD 1945 sebagai berikut: Alinea pertama : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan” Makna yang terkandung dalam Alinea pertama ini adalah menunjukkan keteguhan dan kuatnya pendirian bangsa Indonesia menghadapi masalah kemerdekaan melawan penjajah dalam bentuk apapun.

Merdeka Dari Penjajah Tapi Masih Terbelenggu Oleh Kebencian

Setiap orang ingin menikmati kebebasan dalam hidupnya. Kebebasan untuk memilih jalan hidup yang ingin ditempuh. Kebebasan untuk memiliki ide-ide yang menurutnya paling sesuai dengan alur impiannya. Dan  tidak ada kekuatan apapun di dunia ini yang bisa membelenggu ide dan keyakinan seseorang.

Namun anehnya, cukup banyak orang yang menciptakan penjara dan membelenggu dirinya sendiri, dengan membiarkan pikiran pikiran negative tumbuh dan berkembang,serta menguasai jiwanya. Jiwa yang terbelenggu, akan secara serta merta membelenggu phisik

Hanya merasa aman,kalau berada di:

Di luar lingkungan ini, merasa tidak nyaman dan tidak aman. Kondisi ini menyebabkan hidupnya akan berlangsung secara monoton. Dari rumah ketempat pekerjaan dan bergaul dalam lingkungan sangat terbatas, tak seorangpun memaksanya melakukan hal ini, namun ia sendiri, yang menciptakan belenggu, serta mengurung dirinya.

Penjara Diciptakan Oleh Pikiran-Pikiran Yang Negatif

Membebaskan Diri Dari Belenggu Kebencian

Orang yang sedang berada didalam penjara, tidak bebas untuk melakukan apa yang dikehendaki. Untuk dapat menjadi manusia yang bebas seutuhnya adalah, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membebaskan diri dari penjara yang diciptakan oleh pikirannya sendiri, yakni kebencian

Dengan jalan:

And last but not least, tidak seorangpun yang dapat membebaskan diri dari belenggu ciptaan kita, kecuali diri sendiri.

Tjiptadinata Effendi

Exit mobile version