Site icon indovoices.com

 MENGENAL ITALIA LEBIH DEKAT: Lomba panjat pinang khas Italia.

Beberapa hari lalu, seorang teman mengirimi saya video lomba- lomba perayaan HUT Republik Indonesia. Ketika melihat video lomba panjat pinang, saya pun langsung tertawa terbahak – bahak. Menonton panjat pinang, memang kegiatan yang paling saya sukai sejak kecil. Bersyukur, lomba seperti itu juga ada di Italia. Di sini dikenal dengan nama “l’albero della cuccagna”. Sama seperti di Indonesia, perlombaan ini selalu hadir di banyak  festival musim semi dan panas, yang berlangsung  antara bulan Juni – Agustus.

L’albero della cuccagna pertama kali diperkenalkan oleh orang – orang  Jermanik yang berimigrasi ke Italia. Mula – mula berkembang di wilayah Mediterania, kemudian menyebar ke Italia tengah dan utara. Sampai sekarang, “lomba tiang berminyak”, begitu orang Italia menyebutnya, selalu menarik perhatian banyak orang. Sebuah permainan yang selama bertahun-tahun telah menjadi simbol festival populer dan festival pedesaan  Italia.

L’albero della cuccagna”.

Beberapa kota di Italia masih mempertahankan tradisi lama. Hadiahnya digantung di puncak tiang, biasanya berupa makanan khas daerah setempat, seperti: keju, anggur, roti, daging asap dan lain – lain. Cara bermainnya juga sama. Para peserta harus bekerjasama menaiki pohon yang sudah dilumuri minyak atau lemak, untuk mengambil hadiah  yang digantung di puncaknya.

Panjat pinang juga populer di  Spanyol, Jerman, malta dan negara – negara Eropa lainnya. Istilah “cuccagna” sendiri berasal dari bahasa Latin ”coquina” yang artinya memasak. Dalam bahasa Prancis,  dikenal dengan nama  “Cocagne”, Inggris “Cockaigne“,  Spanyol, “Cucaña” dan di Malta, “Kukkanja”. Sedangkan, “cuccagna” dalam bahasa Gotik: kōka   (kuche atau kuchen, dalam bahasa Jerman) artinya kue atau beberapa jenis makanan penutup yang gurih atau manis, seperti: kue kering dan gateaux (bolu panggang).

Karena sudah dipengaruhi oleh kultur negara masing – masing, panjat pinang di Eropa memiliki ciri khasnya tersendiri. Seperti “Maibaum” atau “Maypole”, pohon  dalam festival Midsummer khas Eropa utara. Pohon tinggi sebagai simbol penghubung langit dan bumi. Biasanya pohon dicat warna – warni, kemudian dihiasi dengan pita dan  beraneka jenis bunga. Ketika musim semi tiba, kaum muda berpakaian tradisional menari – nari dengan riang di sekeliling pohon ini.

Menurut Antropolog James Frazer, panjat pinang di Eropa memiliki asal usul yang sama. Berakar dari tradisi celtic, nenek moyang bangsa – bangsa  Eropa utara dan  berkaitan  dengan kultus arboreal yang tersebar di seluruh Eropa. Tradisi yang dimulai dari populasi petani kuno (orang – orang Jermanik), dimana pohon memiliki arti mitologi, religi dan simbologi yang luas dan universal.

Maibaum atau Maypole

Bagi orang – orang Jermanik, pohon adalah lambang kesuburan. Makanan adalah pusat kebutuhan manusia dan pohon bisa memberikannya. Ketika pohon mulai bertunas di musim semi, pertanda alam lahir kembali dan ini menjadi simbol dasar siklus kehidupan. Orang – orang Jermanik juga percaya, kekuatan gaib yang dimiliki pohon, bisa melimpahkan berkat  dan kekayaan.

Oleh karena itu, di perayaan May Tree Celtic atau “Feste di Maggio” (pesta bulan Mei), para petani kuno melakukan ritual. Setelah melewati musim dingin dan memasuki pengantian musim, mereka memberikan penghormatan dan persembahan pada pohon. Memohon kembali kesuburan alam dan berharap kemurahan hati alam. Supaya pohon memberikan   buah  yang baik dan melimpah kepada mereka.

Seiring berjalannya waktu, semua magis dan makna sakral pada pohon mulai meredup, kemudian menghilang dalam kabut waktu. Beberapa ritual, tradisi dan kepercayaan  celtic pun berubah menjadi berbagai permainan. Salah satunya  l’albero della cuccagna yang berubah menjadi perlombaan kaum muda dalam  menaklukan berbagai bahan makanan. Sepertinya panjat pinang yang diperkenalkan oleh Belanda di Indonesia, berasal dari tradisi ini juga.

Kirchtagsmichl.

Kini, perlombaan panjat pinang di beberapa kota Italia lebih bervariasi. Di kota Albignano d’Adda misalnya, hadiahnya berupa hewan yang digantung di ketinggian 10 meter. Di Alto Adige,  ada  “Kirchtagsmichl” boneka jerami seukuran manusia yang digantung di atas tiang pohon. Boneka itu mengenakan kostum tradisional khas wilayah setempat dan ditangannya memegang Kirchtagkrapfen,  hidangan penutup khas Tyrolean.

Namun yang paling terkenal adalah Cuccagna del Cadenon di kota Verona, tepatnya di pelabuhan Lazise di Danau Garda. Bentuk permainannya sedikit berbeda, karena tiang yang dilumuri minyak di tempatkan di tepi danau dengan posisi horizontal. Para peserta harus mengambil bendera yang diletakkan di ujung tiang. Jika  tergelincir, masih ada kesempatan bagi mereka  mendapatkan  hadiah yang lain, dengan berenang di danau  yang dingin.

Tantangannya lebih berat lagi, mungkin ada di kota Cesenatico. Selain kesulitan berjalan di atas lemak, para peserta juga harus bisa mengatasi 30º kemiringan tiang. Satu-satunya bantuan adalah hanya segenggam pasir, yang bisa membantu membuang lemak, sehingga peserta bisa bergerak maju.

Cuccagna del Cadenon.

Mungkin dari sisi atletiknya, banyak kaum muda Italia mulai tertarik dengan permainan ini. Mereka mulai mempelajari bagaimana caranya bertahan di tiang yang licin, melewati tantangan dan rintangan, sehingga mereka bisa sampai di puncak dalam waktu yang singkat. Tahun 1980, AIPC (Associazione Italiana Palo Della Cuccagna) atau   Asosiasi “tiang berminyak” Italia pun berdiri.

Sejak diakui oleh CONI (Comitato Olimpico Nazionale Italiano), sebagai salah satu cabang olah raga,  banyak tim “L’albero della cuccagna” berbagai wilayah turut bergabung. Diantaranya:  I Grassi Ostinati di Leno (Brescia), Rosengarden di Palosco (Bergamo), I Lariani (Como), Gli Strà Ferà di Parabiago (Milan) dan tim terkenal lainnya. Mereka juga selalu ambil bagian dalam  kompetisi  yang rutin  diadakan setiap tahunnya.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh AIPC  memiliki peraturan yang harus dihormati oleh semua tim atau  peserta perorangan. Hadiahnya tidak lagi berupa makanan dan minuman, tetapi piagam, piala dan  sejumlah uang. Supaya tradisi kuno ini tetap ada, banyak pihak peduli dan ikut berkontribusi, baik sebagai sponsor maupun penonton. Dengan begitu, permainan yang sangat menghibur ini, tetap dikenal oleh generasi muda Italia. Arrivederci..

Trailer Cuccagna del Cadenon di kota Verona:

Sumber: http://guide.supereva.it/antropologia/interventi/2009/01/l%E2%80%99albero-della-cuccagna

 

Exit mobile version